<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berderab dalam Wacana dan Realita</title>
	<atom:link href="http://beranda08.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://beranda08.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Mar 2008 07:46:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7af6f8c75ee0a5fb802061cd338caf74?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berderab dalam Wacana dan Realita</title>
		<link>http://beranda08.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Info Beranda</title>
		<link>http://beranda08.wordpress.com/2008/03/24/info-beranda-2/</link>
		<comments>http://beranda08.wordpress.com/2008/03/24/info-beranda-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 10:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berandaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorm]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Beranda]]></category>
		<category><![CDATA[Garis Pena]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakkur]]></category>
		<category><![CDATA[Tercecer]]></category>
		<category><![CDATA[Tjatatan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beranda08.wordpress.com/2008/03/15/info-beranda-2/</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beranda08.wordpress.com&blog=2956218&post=18&subd=beranda08&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://beranda08.files.wordpress.com/2008/03/gambar-1.jpg" border="0" /></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beranda08.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beranda08.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beranda08.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beranda08.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beranda08.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beranda08.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beranda08.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beranda08.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beranda08.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beranda08.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beranda08.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beranda08.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beranda08.wordpress.com&blog=2956218&post=18&subd=beranda08&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beranda08.wordpress.com/2008/03/24/info-beranda-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e738654c132997da32518a1c9dfad8bf?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berandaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beranda08.files.wordpress.com/2008/03/gambar-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan Menggagas Kemajuan</title>
		<link>http://beranda08.wordpress.com/2008/03/24/perempuan-menggagas-kemajuan/</link>
		<comments>http://beranda08.wordpress.com/2008/03/24/perempuan-menggagas-kemajuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 01:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berandaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beranda Perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beranda08.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[





Kritik dan otokritik terhadap peran yang dimainkan oleh perempuan dalam kancah publik (terlepas persoalan domestik) menjadi konsumsi pasaran yang laris manis. Terlebih pada urusan politik perempuan, hal ini akan menjadi sorotan tajam dan kecaman yang berkepanjangan. Apabila ditelisik lebih mendalam ternyata persoalan ini muncul dari pengkotakan paradigma berfikir yang sempit, terutama pada basis kedaerahan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beranda08.wordpress.com&blog=2956218&post=26&subd=beranda08&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div align="justify"><img src="http://beranda08.files.wordpress.com/2008/03/perempuan.jpg?w=460" align="top" vspace="10" width="460" /></div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">Kritik dan otokritik terhadap peran yang dimainkan oleh perempuan dalam kancah publik (terlepas persoalan domestik) menjadi konsumsi pasaran yang laris manis. Terlebih pada urusan politik perempuan, hal ini akan menjadi sorotan tajam dan kecaman yang berkepanjangan. Apabila ditelisik lebih mendalam ternyata persoalan ini muncul dari pengkotakan paradigma berfikir yang sempit, terutama pada basis kedaerahan dan otonomi pemikiran yang menjangkiti alam dan keluasan memandang “lebih kedepan” sehingga gagasan kemajuan hanya menjadi onani wacana yang tidak bisa dilahirkan. Naif.</div>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Perbedaan laki-laki dan perempuan secara biologis yaitu seks/jenis kelamin seringkali menjadikan alasan pembenaran adanya ketimpangan<span>  </span>peran sosial perempuan dan laki-laki di masyarakat. Faktor biologis seringkali menjadi claim tentang kelemahan perempuan, karena secara biologis yang melekat pada perempuan, mereka hamil, punya anak, menyusui dan mengurus anak, sedangkan laki-laki yang legih kuat diperankan untuk mencari nafkah.<span id="more-26"></span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Realitas pembagian peran sosial seperti yang disebutkan diatas pada dasarnya banyak merugikan masyarakat dan perempuan itu sendiri pada khususnya. Karena double burden (baban ganda) yang dilabelkan pada perempuan menjadi stigma dan jeratan langkah untuk lebih maju, agresif responsif dan progressif. Sehingga disini terjadi penjustifikasian hak dan kewajiban yang disoriented. Kakunya cultural pada sebuah komunitas (masyarakat) tertentu yang membatasi peran-peran sosial perempuan justru menjrumuskan perempuan pada persoalan internal (keluarga) yang rumit. Banyaknya kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), traficking, prostitusi sampai persoalan politik perempuan, justru bersumber dari kekurang pahaman akan arti pentingnya peranan sosial yang diemban. Walaupun dipandang dari frame external memang persoalan ekonomi sosial, budaya, pendidikan dan tertinggalnya latar belakang kemajuan menjadi pemicunya. Terlebih lagi dengan semakin majunya teknologi dan modernitas bangsa, penagadopsian dan penumbuh suburan terhadap persoalan diatas semakin menjamur dimasyarakat.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Kilas balik pada 24 tahun lalu , yaitu 24 Juli 1984, sebenarnya pemerintah indonesia telah berkomitmen untuk menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan<span>  </span>yang merupakan suatu pelanggaran hak asasi manusia. Seperti ditegaskan negara melalui UU No.7/tahun 1984 tentang ratifikasi konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan atau konvensi CEDAW (Convention on the Ellimination of All Forms of Diescrimination Against Women). Atau juga dikenal sebagai Bill of Women’s Rights atau Konvensi Perempuan.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Dari hal diatas gender meinstearming harus menjadi hal yang klimaks kita pahami. Pemaknaan konsep gender secara tradisional, kaku dan parsial (menyamakan gender dengan sex) menjadikan langkah perempuan tidak bisa maju dan berkembang.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Sebagaimana pernah dituturkan oleh Ibu Dyah Antarukmi, SH.Mhum (Komisi A DPRD Ponorogo) dalam seminar sehari “Suara Perempuan untuk independen” 13 Februari lalu yang diselenggarakan oleh KOHATI Ponorogo bahwa: “yang membunuh perempuan itu justru perempuan sendiri. Hal ini karena faktor perempuan yang tidak ingin melihat teman perempuannya lebih maju dan sukses”, imbuhnya.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Dari beberapa paparan diatas, dan dikaitkan dengan dinamika persoalan perempuan, maka perempuan harus berani menggagas kemajuan. Karena kemajuan yang dimiliki saat ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan karena violence/kekerasan terhadap perempuan memang tidak bisa tidak mungkin dihapuskan semua, sehingga minimal bisa mempertahankan prosentase, syukur-syukur bisa mengurangi gagasan kemajuan harus menjadi prinsip dan pegangan kuat.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Kapan lagi bisa membuat kemajuan, ketika tidak kita awali dari sekarang.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Maju, jayalah perempuan Indonesia!</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Disetiap langkahmu membekas alur kemajuan bangsa.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Disentuhan tanganmu terbuka jalan perubahan peradaban.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">&nbsp;</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">* Artikel oleh: Suwartiningsih, Amd (ketua KOHATI Cab. Ponorogo)</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">&nbsp;</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beranda08.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beranda08.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beranda08.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beranda08.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beranda08.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beranda08.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beranda08.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beranda08.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beranda08.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beranda08.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beranda08.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beranda08.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beranda08.wordpress.com&blog=2956218&post=26&subd=beranda08&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beranda08.wordpress.com/2008/03/24/perempuan-menggagas-kemajuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e738654c132997da32518a1c9dfad8bf?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berandaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beranda08.files.wordpress.com/2008/03/perempuan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Korban Lapindo</title>
		<link>http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/bendera-setengah-tiang-2/</link>
		<comments>http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/bendera-setengah-tiang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 09:23:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berandaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Beranda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/bendera-setengah-tiang-2/</guid>
		<description><![CDATA[
“Dentum amarah belum juga reda, tangisan tidak lagi bersama air mata, habis sudah sumpah serapah yang harus diucapkan, yah inilah kondisi dan realita kehidupan kita” seorang kawan tiba-tiba bergumam begitu puitis dengan sajak yang penuh duka. Dengan tiada alur yang ingin diceritakan, tapi aku mampu menangkap uraiannya yang pelan tapi penuh makna. Kembali dia meneruskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beranda08.wordpress.com&blog=2956218&post=11&subd=beranda08&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><img src="http://beranda08.files.wordpress.com/2008/03/lapindo.jpg?w=460&#038;h=146" align="top" height="146" vspace="10" width="460" /></p>
<p align="justify">“Dentum amarah belum juga reda, tangisan tidak lagi bersama air mata, habis sudah sumpah serapah yang harus diucapkan, yah inilah kondisi dan realita kehidupan kita” seorang kawan tiba-tiba bergumam begitu puitis dengan sajak yang penuh duka. Dengan tiada alur yang ingin diceritakan, tapi aku mampu menangkap uraiannya yang pelan tapi penuh makna. Kembali dia meneruskan perkataan, “Kemarin aku melihat berita di TV, penderitaan berkepanjangan saudara-saudara kita di Sidoarjo, sedangkan di Senayan, wakil rakyat seakan tidak mau merasakan duka mereka. Jangankan merasakan, menengok saja mereka enggan. Bahkan dalam interpelasinya, kasus Lapindo dimasukkan dalam fenomena alam, ini berarti menguntunkan pihak Lapindo, sedangkan dana penanggulangan menjadi beban pemerintah untuk menyelesaikan, seperti halnya banjir dan bencana alam lainnya. Sedangkan masyarakat?” aku yakin kali ini dia tidak sekedar bertanya tapi mempertanyakan.<br />
<span id="more-11"></span><br />
“Indonesia Raya buat mereka, ini juga tanah moyangnya. Kita disini bisa nyantai, bernyanyi dan berpesta diatas kedukaan mereka.” Kali ini nada kegeraman dilontarkan. “Ingatlah kawan, jika seandainya kita yang menjadi korban apa yang harus kita lakukan? Bendera merahputih setengah tiang pantas dikibarkan untuk mereka! bukankah mantan presiden yang sempat dibenci dan dicaci maki di negeri sendiri mendapatkan kibaran setengah tiang seminggu penuh, apakah diantara mereka tidak ada yang turut serta menjaga dan membela negara? Apakah nenek moyang mereka bukan orang indonesia? Dan apakah tiada darah perjuangan yang mengalir di nadi mereka? Apakah ini namanya keadilan dan kesamaan dalam negara kita?” kali ini matanya berkaca-kaca dipenuhi linangan air mata.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Akhirnya aku menimpali,” Sabar kawan, inilah namanya kehidupan. Perjuangan memang harus ditegakkan. Dengan sekedar wacana saja tidaklah cukup, realita yang terlebih penting. Kedukaan tidak hanya dirasakan warga Sidoarjo. Berjuta masyarakat ditempat lain juga merasakan, entah kedukaan yang sebenarnya atau kedukaan akan buta pendidikan. Mari kita jernihkan fikiran sejenak, buang segala kepenatan juga jauhkan fikiran dari kotoran dan sampah-sampah yang menjijikkan. Sekedar menghirup segarnya udara pagi, dengan celotehan burung yang menyegarkan hati. Kita teruskan diskusi disana, diberanda, sambil menikmati secangkir kopi.” ….</p>
<p align="justify"><a href="http://chikastuff.wordpress.com/2008/01/28/bendera-setengah-tiang/" target="_blank"><br />
</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beranda08.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beranda08.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beranda08.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beranda08.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beranda08.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beranda08.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beranda08.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beranda08.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beranda08.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beranda08.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beranda08.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beranda08.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beranda08.wordpress.com&blog=2956218&post=11&subd=beranda08&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/bendera-setengah-tiang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e738654c132997da32518a1c9dfad8bf?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berandaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beranda08.files.wordpress.com/2008/03/lapindo.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Gie&#8217;</title>
		<link>http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/gie/</link>
		<comments>http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/gie/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 09:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berandaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/gie/</guid>
		<description><![CDATA[ 
“Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan”

Sekilas tidak ada yang istimewa dari kalimat diatas, tetapi kalau kita renungi sangat dalam maknanya. Itulah salah satu ungkapan dari Soe Hok Gie (Gie). Siapa yang tidak kenal dengan tokoh yang satu ini, dikalangan aktivis kampus nama Gie bagaikan simbol dari pergerakan mahasiswa. Apalagi tahun 2005 lalu sempat di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beranda08.wordpress.com&blog=2956218&post=10&subd=beranda08&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"> <img src="http://beranda08.files.wordpress.com/2008/03/gie.jpg?w=460" align="top" vspace="10" width="460" /></p>
<p align="justify">“Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan”</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sekilas tidak ada yang istimewa dari kalimat diatas, tetapi kalau kita renungi sangat dalam maknanya. Itulah salah satu ungkapan dari Soe Hok Gie (Gie). Siapa yang tidak kenal dengan tokoh yang satu ini, dikalangan aktivis kampus nama Gie bagaikan simbol dari pergerakan mahasiswa. Apalagi tahun 2005 lalu sempat di filmkan oleh <a href="http://www.tokohindonesia.com/selebriti/lainnya/mira-lesmana/index.shtml" target="_blank">Mira Lesmana</a> dan Riri Reza bersama Miles Production dengan judul “Gie”. Bisa dikatakan film tersebut sukses besar.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Siapakah sebenarnya Gie?</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Nama aslinya Soe Hok Gie, dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942, adik dari sosiolog <a href="http://www.pdat.co.id/ads/html/A/ads,%2020040123-03,%20A.html" target="_blank">Arief Budiman</a>. Catatan harian Gie sejak 4 Maret 1957 sampai dengan 8 Desember 1969 dibukukan tahun 1983 oleh <a href="http://www.lp3es.or.id/" target="_blank">LP3ES</a> ke dalam sebuah buku yang berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran setebal 494 halaman. Gie meninggal di <a href="http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bromo.htm" target="_blank">Gunung Semeru</a> sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 — 16 Desember 1969 akibat gas beracun.<br />
<span id="more-10"></span><br />
Setelah lulus dari SMA <a href="http://kanisius.com/" target="_blank">Kanisius</a> Gie melanjutkan kuliah ke <a href="http://www.ui.ac.id/" target="_blank">Universitas Indonesia</a> tahun 1961. Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Selain itu juga Gie ikut mendirikan<a href="http://www.mapalaui.info/" target="_blank"> Mapala UI</a>. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian <a href="http://www.highcamp.web.id/file/slamet/" target="_blank">gunung Slamet</a> 3.442m, ia mengutip <a href="http://www.whitmanarchive.org/" target="_blank">Walt Whitman</a> dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya <a href="http://baez.woz.org/" target="_blank">Joan Baez</a> disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Selanjutnya catatan selama ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 <a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/ali-sadikin/index.shtml" target="_blank">Ali Sadikin</a> membongkar Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak G<a href="http://www.highcamp.web.id/file/pangrango/" target="_blank">unung Pangrango.</a></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Beberapa quote yang diambil dari catatan hariannya Gie:</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.”</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">“Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…”</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Selain Catatan Seorang Demonstran, buku lain yang ditulis Soe Hok Gie adalah Zaman Peralihan, Di Bawah Lentera Merah (yang ini saya belum punya) dan Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan serta riset ilmiah DR. John Maxwell Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">John Maxwell berkomentar, “Gie hanya seorang mahasiswa dengan latar belakang yang tidak terlalu hebat. Tapi dia punya kemauan melibatkan diri dalam pergerakan. Dia selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bangsanya. Walaupun meninggal dalam usia muda, dia meninggalkan banyak tulisan. Di antaranya berupa catatan harian dan artikel yang dipublikasikan di koran-koran nasional” ujarnya. “Saya diwawancarai Mira Lesmana (produser Gie) dan Riri Reza (sutradara). Dia datang setelah membaca buku saya. Saya berharap film itu akan sukses. Sebab, jika itu terjadi, orang akan lebih mengenal Soe Hok Gie” tuturnya.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Diadaptasi dari: <a href="http://yulian.firdaus.or.id/2004/12/16/soe-hok-gie/" target="_blank">http://yulian.firdaus.or.id</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beranda08.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beranda08.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beranda08.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beranda08.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beranda08.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beranda08.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beranda08.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beranda08.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beranda08.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beranda08.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beranda08.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beranda08.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beranda08.wordpress.com&blog=2956218&post=10&subd=beranda08&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/gie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e738654c132997da32518a1c9dfad8bf?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berandaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beranda08.files.wordpress.com/2008/03/gie.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Perjalanan</title>
		<link>http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/sebuah-perjalanan/</link>
		<comments>http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/sebuah-perjalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 09:13:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berandaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Garis Pena]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakkur]]></category>
		<category><![CDATA[Tjatatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beranda08.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[ 
Kawan …
Sebuah perjalanan membawa Kita dalam suatu dimensi
Waktu dan ruang yang membawa sebuah perubahan
Tambatan dan ikatan akan terus bergulir
Walau sekuat apapun Kita menahannya
Semua akan berjalan dinamis …
Semua akan terjadi perubahan …
Begitu juga kisah hidup manusia
Perjalanan yang hanya sementara
Dimana tidak berhenti sebelum ajal menghampiri
Tiap detik yang terhembus, selalu memberikan arti
Memberikan bekas sejarah diri …
Apalah arti jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beranda08.wordpress.com&blog=2956218&post=9&subd=beranda08&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> <img src="http://beranda08.files.wordpress.com/2008/03/perjalanan.jpg?w=460&#038;h=146" align="top" height="146" vspace="10" width="460" /></p>
<p>Kawan …</p>
<p>Sebuah perjalanan membawa Kita dalam suatu dimensi<br />
Waktu dan ruang yang membawa sebuah perubahan<br />
Tambatan dan ikatan akan terus bergulir<br />
Walau sekuat apapun Kita menahannya<br />
Semua akan berjalan dinamis …<br />
Semua akan terjadi perubahan …</p>
<p>Begitu juga kisah hidup manusia<br />
Perjalanan yang hanya sementara<br />
Dimana tidak berhenti sebelum ajal menghampiri<br />
Tiap detik yang terhembus, selalu memberikan arti<br />
Memberikan bekas sejarah diri …<br />
Apalah arti jika kita menyiakan kesempatan ini?<br />
Apalah arti jika kita hanyalah orang yang merugi?<br />
<span id="more-9"></span><br />
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian<br />
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh<br />
dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran”</p>
<p>**********</p>
<p>Kawan…</p>
<p>Biarkan jangkar terangkat dan lepaskanlah ikatan<br />
Lihat kedepan dan berpalinglah dari masa silam…</p>
<p>Masa lalu tidak berpengaruh pada masa depan<br />
Biarkan latar belakang menghilang<br />
Tertutup debu sang waktu<br />
Terkoyak hembusan angin<br />
Tergerus deburan air…</p>
<p>Kita adalah produk dari pikiran Kita.<br />
Hari ini adalah hasil dari apa yang Kita lakukan kemarin..<br />
Keputusan Kita hari ini menentukan dimana dan bagaimana esok…</p>
<p>Kawan…</p>
<p>Tatap kedepan dengan beribu impian<br />
Berjuta harapan<br />
Perjalanan masih panjang<br />
Sisa kehidupan didunia dan yang kekal kelak<br />
Telah menunggu kedatanganmu<br />
Inilah perjalanan…</p>
<p>Semua orang juga merasakan<br />
Mempunyai sejarah cerita perjalanan<br />
Biarlah massing-masing memberikan makna dan arti tersendiri<br />
Dalam tiap kehidupan insan…</p>
<p>*Saat sang surya memberikan senyuman dan harapan</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beranda08.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beranda08.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beranda08.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beranda08.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beranda08.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beranda08.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beranda08.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beranda08.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beranda08.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beranda08.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beranda08.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beranda08.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beranda08.wordpress.com&blog=2956218&post=9&subd=beranda08&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/sebuah-perjalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e738654c132997da32518a1c9dfad8bf?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berandaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beranda08.files.wordpress.com/2008/03/perjalanan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Harus Berorganisasi?</title>
		<link>http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/kenapa-harus-berorganisasi/</link>
		<comments>http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/kenapa-harus-berorganisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 05:41:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berandaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beranda08.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Manusia pada dasarnya merupakan makhluk individu dan sosial sekaligus memang pusat kemanusiaan sublim. Organisasi adalah bentuk masyarakat yang terbaik karena didalamnya terdapat aturan main yang tertuang dalam peraturan organisasi dan dalam budaya organisasi, memiliki jenjang struktural yang jelas, serta memiliki tujuan. Adalah masing-masing pribadi manusia dan bahwa kemerdekaan pribadi adalah hak asasinya yang pertama. Tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beranda08.wordpress.com&blog=2956218&post=3&subd=beranda08&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Manusia pada dasarnya merupakan makhluk individu dan sosial sekaligus memang pusat kemanusiaan sublim. Organisasi adalah bentuk masyarakat yang terbaik karena didalamnya terdapat aturan main yang tertuang dalam peraturan organisasi dan dalam budaya organisasi, memiliki jenjang struktural yang jelas, serta memiliki tujuan. Adalah masing-masing pribadi manusia dan bahwa kemerdekaan pribadi adalah hak asasinya yang pertama. Tidak sesuatu yang lebih berharga daripada kemerdekaanya yang asasi tersebut. Namun pada saat bersamaan, manusia hidup dalam suatu bentuk hubungan tertentu (bersosialisasi) dengan dunia sekitarnya dan dengan individu lain sebagai makhluk sosial.</p>
<p align="justify">Bersosialisasi merupakan jalan bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaanya dengan baik. Tanpa berada ditengah sesamanya dalam bentuk-bentuk hubungan tertentu, manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya dan tidak dapat tumbuh mencapai tingkat kemanusiaanya yang tertinggi. Dengan demikian, dalam masyarakat itulah kemerdekaan asasi manusia selaku individu dapat diwujudkan hingga mencapai tingkatnya yang paing dan prinsip-prinsip dasar yang menginspirasi kehidupan berorganisasi yang eksplisit. Oleh karena itu, individu yang berorganisasi merupakan individu yang paling memiliki peluang mewujudkan fitrah kemanusiaannya yang merdeka, berkehendak untuk tumbuh dan saling memberi dengan yang lainnya.<br />
<span id="more-3"></span><br />
Berorganisasi juga merupakan proses pembentukan jatidiri individu dan sekaligus ruang bagi individu beraktualisasi , mengekspresikan kemanusiaanya dengan baik, dibandingkan dia hanya seorang diri ataupun sekedar berkerumun. Berorganisasi di usia muda pada dasarnya juga merupakan langkah mempersiapkan masa depan menjadi lebih baik dan terarah dengan jelas. Kebersamaan dan proses-proses yang dialami selama dalam organisasi, antara individu satu dengan lainnya, akan menumbuhkan rasa persaudaraan yang kuat sehingga mengekalkan kebersamaan tersebut. Kebersamaan itulah yang menjadi bekal untuk tumbuh bersama, saling menolong, saling bantu, dan saling membesarkan sambil terus berupaya mewujudkan tujuan ideal yang pernah diserap dalam organisasi.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Selama berorganisasi, setiap individu dihadapkan pada usaha dan masalah. Keduanya saling terkait. Melalui mekanisme dalam organisasi, setiap individu dipacu untuk dapat berusaha dan mengatasi masalah secara efektif dan efisien sehingga kemampuannya secara personal dan komunal ditingkatkan.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dengan demikian, berorganisasi pada dasarnya berusaha mewujudkan kemanusiaan kita dengan jalan terbaik, mempersiapkan masa depan secara bersama dan terarah dengan jelas.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beranda08.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beranda08.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beranda08.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beranda08.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beranda08.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beranda08.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beranda08.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beranda08.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beranda08.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beranda08.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beranda08.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beranda08.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beranda08.wordpress.com&blog=2956218&post=3&subd=beranda08&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beranda08.wordpress.com/2008/02/27/kenapa-harus-berorganisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e738654c132997da32518a1c9dfad8bf?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">berandaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>