Perempuan Menggagas Kemajuan

Kritik dan otokritik terhadap peran yang dimainkan oleh perempuan dalam kancah publik (terlepas persoalan domestik) menjadi konsumsi pasaran yang laris manis. Terlebih pada urusan politik perempuan, hal ini akan menjadi sorotan tajam dan kecaman yang berkepanjangan. Apabila ditelisik lebih mendalam ternyata persoalan ini muncul dari pengkotakan paradigma berfikir yang sempit, terutama pada basis kedaerahan dan otonomi pemikiran yang menjangkiti alam dan keluasan memandang “lebih kedepan” sehingga gagasan kemajuan hanya menjadi onani wacana yang tidak bisa dilahirkan. Naif.

Perbedaan laki-laki dan perempuan secara biologis yaitu seks/jenis kelamin seringkali menjadikan alasan pembenaran adanya ketimpangan peran sosial perempuan dan laki-laki di masyarakat. Faktor biologis seringkali menjadi claim tentang kelemahan perempuan, karena secara biologis yang melekat pada perempuan, mereka hamil, punya anak, menyusui dan mengurus anak, sedangkan laki-laki yang legih kuat diperankan untuk mencari nafkah. Continue reading