Info Beranda

Advertisements

Untuk Korban Lapindo

“Dentum amarah belum juga reda, tangisan tidak lagi bersama air mata, habis sudah sumpah serapah yang harus diucapkan, yah inilah kondisi dan realita kehidupan kita” seorang kawan tiba-tiba bergumam begitu puitis dengan sajak yang penuh duka. Dengan tiada alur yang ingin diceritakan, tapi aku mampu menangkap uraiannya yang pelan tapi penuh makna. Kembali dia meneruskan perkataan, “Kemarin aku melihat berita di TV, penderitaan berkepanjangan saudara-saudara kita di Sidoarjo, sedangkan di Senayan, wakil rakyat seakan tidak mau merasakan duka mereka. Jangankan merasakan, menengok saja mereka enggan. Bahkan dalam interpelasinya, kasus Lapindo dimasukkan dalam fenomena alam, ini berarti menguntunkan pihak Lapindo, sedangkan dana penanggulangan menjadi beban pemerintah untuk menyelesaikan, seperti halnya banjir dan bencana alam lainnya. Sedangkan masyarakat?” aku yakin kali ini dia tidak sekedar bertanya tapi mempertanyakan.
Continue reading